Senin, 09 April 2018

Resume pengajian Tasawuf




PENGAJIAN TASAWUF MODERN

OLEH

Prof. Dr.  KH. NASARUDDIN UMAR ,MA

#apabila orang tau betapa pentingnya takbirotul ikhrom maka dia tidak akan meninggalkan sholat sunnah.

#ahli dzikr lebih tinggi dari pada ahli ilmu.(nabi khidir (ahli dzikr )sedangkan nabi musa (ahli ilmu).

#ARIF  : orang yang mengetahui suatu ilmu dan dia mengamalkannya.

#Adab pencari ilmu : 1.memuliakan guru
                                   2.memuliakan buku pelajaran
                                   3.bersih lahir dan batin
#AL Qur’an memiliki 2 dimensi : 1.kalamulloh
                                                       2.kitabulloh

#kalamulloh belum bisa tergambarkan dalam tulisan.dan yang bisa diterjemah adalah kitabulloh ,kalau kalamulloh belum bisa tergambarkan.

#Adab berdoa : 1.dalam keadaan suci
                          2.menutup aurat
                          3.menghadap qiblat
                          4.pusatkan hanya kepada allah
                          5.mengangkat kedua tangan
                          6.buka doa dengan basmalah
                          7.membaca hamdalah
                          8.sholawat nabi
                          9.munajat (mengakui diri bahwa hamba ini bergelimpang dosa)
                          10.tutuplah dengan doa sapu jagad kemudian membaca sholawat.
                          11.diakhiri dengan membaca surat al fatihah

#MURID adalah orang yang bersungguh –sungguh mencari ilmu allah.dan bagi mereka,guru atau dosen itu hanya menjadi penyambung lidah (perantara).

#jangan meminta ,kalau dikasih jangan ditolak.

#jangan pernah memandang setiap orang.

#majhulun fil ardh ,wa ma’lumun fis sama’ ( tidak terkenal dibumi,tapi terkenal di langit).menjadi selebriti di langit.

#toharoh berarti bersih lahir batin.

#para ahli sufi mereka beribadah tidak mengharapkan karena ingin masuk surga ataupun karena takut neraka,akan tetapi karena semata –mata mengharap ridho allah SWT.

كما ارسلنا فيكم رسولا منكم يتلو عليكم ايتنا ويزكيكم ويعلمكم...... 

#Mugi barokah lan manfaat.Amiin...!!!

Kamis ,2 februari 2017. 05:39


SANTRI MAKENTUT

Makalah Takwil dalam Hadist


MAKALAH

       TA’WIL FIL HADITS

Oleh:

Ahmad Maymun
Ali Solihin
M. Nasrudin

INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL QUR’AN

FAKULTAS USHULUDDIN

JURUSAN ILMU AL QUR’AN DAN TAFSIR

2018


TAKWIL DALAM HADIST
1.Pengertian Takwil
       Al Ta’wil merupakan masdar dari awwala – yu’awwilu – ta’wil,yaitu pola kalimat dari tsulasi (tiga huruf asal) aala – ya’lu –aul.Menurut pakar bahasa ,al aul adalah ar ruju’(kembali).[1]Takwwil  berarti memahami teks dengan pemahaman yang lemah (marjuh)[2].Maka secara bahasa (etimologi) ,ta’wil adalah al tarji’(pengembalian).

       Siapa yang meneliti kitab kitab bahasa pada awal kemunculannya hingga awal abad kelima akan menemukan pengertian bahwa kata takwil berkisar pada dua pengertian .[3]

       Pertama ,takwil bermakna al aqibah wa al marja’ al mashir (akibat,tempat rujukan ,dan tempat kembali).Kedua,takwil bermakna al tafsir wa al bayan (tafsir dan penjelasan)[4].Imam Ibnu Jarir al –Thabari (W. 310 M )berkata “adapun makna takwil dalam perkataan bangsa arab adalah al Tafsir wa al marja’ wa al mashir (tafsir,tempat rujukan ,dan tempat kembali).[5]

       Diantara bukti penggunaan dua makna takwil diatas,didalam al qur’an dan Hadits Nabi SAW ,adalah antara lain.Untuk makna takwil yang pertama adalah firman Allah SWT :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا ٥٩
“ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS. An Nisa’ : 59).

       Kebanyakan para ulama salaf mengenai ayat ini berpendapat bahwa makna takwil tersebut adalah al aqibah wa al mashir (akibat dan tempat kembali).[6]Dan firman Allah SWT :
هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأۡوِيلَهُۥۚ يَوۡمَ يَأۡتِي تَأۡوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبۡلُ قَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشۡفَعُواْ لَنَآ أَوۡ نُرَدُّ فَنَعۡمَلَ غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُۚ قَدۡ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٥٣
Artinya : Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa´at yang akan memberi syafa´at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?". Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.(QS. Al A’raf : 53).
       Kata ta’wil yang pertama bermakna akibat dan makna takwil yang kedua terjadi pada hari kiamat.[7]
Di antara syahid untuk makna takwil yang kedua ,al tafsir wal bayan (tafsir dan penjelasan) adalah firman Allah Swt :
وَدَخَلَ مَعَهُ ٱلسِّجۡنَ فَتَيَانِۖ قَالَ أَحَدُهُمَآ إِنِّيٓ أَرَىٰنِيٓ أَعۡصِرُ خَمۡرٗاۖ وَقَالَ ٱلۡأٓخَرُ إِنِّيٓ أَرَىٰنِيٓ أَحۡمِلُ فَوۡقَ رَأۡسِي خُبۡزٗا تَأۡكُلُ ٱلطَّيۡرُ مِنۡهُۖ نَبِّئۡنَا بِتَأۡوِيلِهِۦٓۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٣٦
36. Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang diantara keduanya: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur". Dan yang lainnya berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung". Berikanlah kepada kami ta´birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena´birkan mimpi).
       
Makna takwil disini adalah penjelasan.

Sedangkan dari hadits Nabi Muhammad SAW,syahid makna takwil yang kedua ini tercantum dalam sabda Rasulullah Saw “Ya Allah ,pahamkan lah dia (Ibnu Abbas) dalam ilmu agama dan ajarkanlah dia ilmu ta’wil”.
       Syahid untuk dua makna takwil sekaligus terdapat dalam firman Allah SWT :
هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ مِنۡهُ ءَايَٰتٞ مُّحۡكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٞۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمۡ زَيۡغٞ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنۡهُ ٱبۡتِغَآءَ ٱلۡفِتۡنَةِ وَٱبۡتِغَآءَ تَأۡوِيلِهِۦۖ وَمَا يَعۡلَمُ تَأۡوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِي ٱلۡعِلۡمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلّٞ مِّنۡ عِندِ رَبِّنَاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٧
7. Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur´an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta´wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta´wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.(QS. Ali Imron :7).
      
Hal ini dikarenakan bahwa ayat tersebut,saat dibaca washal dan waqaf terdapat dua pendapat.
Pertama,pendapat mayoritas ulam salaf,yaitu membaca waqaf (berhenti)pada Firmannya :” padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah “.Berdasarkan pendapat ini,maksud takwil pada ayat ini adalah al haqiqah (yang sebenarnya) dan al marja’ (tempat kembali) yang diruju’ dan dituju oleh suatu perkataan.Maka pengetahuan terhadap hal hal yang ghaib dan hakikat dzat Allah beserta sifat sifat nya ,tidak ada yang mengetahui  kecuali hanya Allah SWT.[8]
Kedua ,membaca washal (disambungkan),yakni tidak mengharuskan waqaf pada firmannya ,illa Allah (kecuali Allah ),adalah pendapat sekelompok ulama dari kalangan salaf.Berdasarkan pendapat ini ,makna takwil adalah al tafsir wa al bayan (tafsir dan penjelasan).Dan semua ini dapat di ketahui oleh orang yang ilmu ilmu nya mendalam.[9]
2.Takwil Menurut Ulama Mutaakhirin
Makna takwil yang ketiga populer dikalangan ulama muta’akhirin.Sebagaiuman dikatakan oleh Syeikh al islam Ibnu Taimiyyah (w. 728 H),takwil menurut pengertian ulama muta’akhirin dari kalangan ahli fikih,ahli kalam,ahli hadits,danm ahli tasawuf serta ulama ulama yang sepakat dengan mereka ,adalah mengalihkan suatu lafadz dari makna nya yang rajih (kuat) kepada maknanya yang marjuh (lemah)karena ada indikasi yang menyertainya.[10]
       Al Jurjani ( W. 816 H ) dalam kitab Al Ta’rifat berkata :”Takwil adalah makna yang diambil dari lafadz yang musytarak (memiliki banyak arti) dengan menggunakan sebagian arti berdasarkan kekuatan logika.Sedangkan menurut Ibn Al Atsir (W. 606 H) dalam kitab nya Al Nihayah ,Takwil adalah mengalihkan teks lafadz dari makna asalnya kepada makna yang memerlukan suatu indikasi jika yang jika indikasi ini tidak ada,maka tidak perlu mengabaikan makna eksplisit (tekstual )dari teks tersebut.
       Maka ,Hadits yang di takwil adalahg hadis yan g tidak dapat dipahami dengan makna tekstual melainkan dengan makna yang lain.
3.Syarat Takwil Yang Benar
       Takwil yang benar memiliki syarat syarat yangv harus dipenuhi agar takwil tersebut menjadi benar.yaitu antara lain :
1.Takwil itubn harus sesuai denagn ketentuan bahasa arab atau nkebiasaan dalam penggunaaanya.Setiap produkk takwil yang melenceng dari syarat ini,maka takwilnya tidak benar.
2.Harus ada dalil yang menunjukkan bahwa yang dimkasud dari lafadz tersebut adalah makna yang dipahami secara takwil dari makna yang zhahir (tekstual ).Jika dalil ini tidak ada,maka takwilnya batal.
3.Apabila dalil takwil berdasarakan qiyas,maka qiyas tersebut disyaratkan harus jali (jelas sehingga langsung dapat dipahami )bukan khafi (samar)
4.Takwil tersebut tidak dihukumi batal berdasarkan zhahir al nash (teks dalil secara eksplisit ).[11]
4.Pendapat Ulama Seputar Takwil
       Takwil sebagaimana dinahas dalam bidang ilmu al Qur’an seputar ayat muhkam (teks yang pemahamannya pasti )dan Mutasyabbih (pengertiannya tidak konkrit ),juga dalam bidang ilmu akidah ,serta dalam bidang ilmu Hadist .Sebab Hadits juga ada Muhkam dan Mutasyabbih.
       Pendapat para ulama tentang takwil adalah antara lain sebagai berikut :
Ulama yang hidup pada tiga masa generasi terbaik (sahabat,tabi’in dan tabi’it tabi’in) dan generasi setelah mereka sedikit,serta para ulama yangvmengikuti pendapat mereka sampai sekarang ini,dinamakan ulama salaf atau al mufawwidhah (berserah diri ).Merka menyatakan :” kamin menyerahkan sepenuhnya makna ayat ayat mutasyabbihat kepada Alllah SWT ).
Mengomentari firman Allah SWT :
ٱلرَّحۡمَٰنُ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ٱسۡتَوَىٰ ٥
5. (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ´Arsy (QS. Thoha :5)
Mereka berkata ;Kami menyucikan Allah swt dari sifat duduk dan berada diruang dan tempat.Kemudian kami serahkan maksud firman tersebut kepada Allah Swt.[12]








[1] Abu Manshur,Tahdzib al Lughah,XV / 314
[2] Zain Al Din Abu Yahya Al Saniki,Al Hudud al Aniqah wa al Ta’rifat al Daqiqah ,hal. 10
[3] Ali bin Muhammad al Suhyani,al Ta’wil fi Gharib al Hadist min Khilal kitab al Nihayah li Ibn al Atsir,hal. 145
[4] Dua pengertian ini diambil dari kitab bahasa,antara lain ,abu Mansur,Tahdzib al Lughah ,XV/329,al jauhari ,al shihahtaj al Lughah wa shihah al arabiyah ,IV /1627.
[5] Al Thabari,Jami’ al Bayan fi Ta’wil al Qur’an .VI /20.
[6] Ibn Katsir,Tafsir al Qur’an al Adzim,II /346.
[7] Jalal al Din al Mahalli dan al Suyuti,Tafsir al jalalain ,hal 201
[8] Ali bin Muhammad al Suhyani,al Ta’wil fi Gharib al Hadits min khilal kitab al nihayah li ibn al atsir,hal. 151.
[9] Ibid.
[10] Ibn Utaimiyyah ,al Iklil fi al Mutasyabih wa al Takwil,hal. 27.
[11] Syeikh Muhammmad Hasan Hitou,al wajiz fi ushul al Tasyri’ al islami,hal. 237.
[12] Syeikh Mustafa Dieb al Bagha,al Wadhih fi nulum al Qur’an ,hal132.

RESUME CERAMAH GUZ IZZA SADEWA


Resume ceramah gus izza sadewa
Putra KH . Imron Jamil


وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣
1. Demi masa
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran
 وَٱلۡعَصۡرِ #( demi masa ) ,kenapa kok tidak was solaati (demi sholat),tapi  wal ashri.

Masa ada 3: 1.masa lalu 2.masa sekarang  3.masa yang akan datang

  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ (saktemene kabeh manungso) لَفِي خُسۡرٍ (iku yekti  tetep ing dalem keadaan kerugian).

Selamanya manusia tetap rugi.

Contoh kerugian pada masa lalu : berbuat kesalahan,sehingga diturunkan dari surga.

Masa sekarang :rasulullah diutus pada masa lalu,dan kita tidak bertemu dengan nya.itu termasuk kerugian pada masa sekarang.

Masa yang akan datang :1.qubur 2.surga dan neraka

Ketika di surga ,ada juga manusia yang tetap rugi,tapi tidak bertemu dengan kanjeng nabi.

Ada juga yang sudah bertemu dengan kanjeng nabi,sudah ngobrol dengan beliau tapi tidak bisa bertemu dengan allah.itu kemungkinan pada waktu di dunia dia senang bersholawat sampai sampai lupa dzikir kepada allah SWT.

Ada juga yang bertemu dengan kanjeng nabi,tapi tidak ngobrol dengan nabi,itu karena dia saking suka lafadz sholawat sampai” lupa dengan kanjeng nabi.

Itulah kerugian” yang tidak bisa dihindari.

Masa lalu manusia   rugi,masa sekarang juga rugi dan masa yang akan datang manusia tetap rugi.

Allah membuat masalah pasti membuat solusi.

Bagaimana manusia tidak rugi???

 إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ  (kejobo wong sing iman ).

Ws ngerti nek ngrasani iku elek ??opo yo ws ditinggal??nek mati nakal mlebu .....(kuburan) ojo kesusu neng neraka..wkwk

. وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ (lan ngamalake kabaikan),(nglakoni barang kang becik ninggal barang kang olo).

 وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ(lan iling lan ngelengake ing dalem kebenaran)

 وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ   (iling lan ngilingake ing dalem kesabaran)

#Definisi iman secar sederhana yaiku :yo ngerti ,yo percoyo,lan iman kui yazid wa yanqus (iman kadang nambah kadang menurun)

Husnudzon kui perlu kanggo barang barang yang bersifat dhon  (prasangka),untuk sesuatu yang haq (pasti) tidak perlu,gusti Allah mesti nyukupi kebutuhane kawulo.

Kullu mauludin yu ladu alal fitroh..,,,

Alastu borobbikum,,qoolu balaa syahidna..(apakah kamu percaya nahwa aku adalah tuhanmu??saya bersaksi bahwa engkau adalah tuhanmu.

Buahnya iman adalah akhlaq,dan buah dari akhlaq adalah perbuatan baik.(membantu orang lain,dkk).
Cara merawat iman adalah digunakan untuk dzikir.dan dzikir tidak hanya di masjid,dan melihat apa saja ciptaan allah kemudian kita itu ingat kepada allah.itu juga termasuk dzikir..jadi jangan menyempitkan diri.

Karena allah adalah pencipta apa saja dan siapa saja.

Man qoola lailaaha illalloh dakholal jannah..,,,keceplosan ngomong lailaaha illalloh mesti mlebu suwargo.

Gusti allah tetap gusti allah seng sak karepe dewe.

Neraka dan surga iku mung panggonan ..,,ojo ketipu.

Ojo ngibadah goro” ben mlebu suwargo..,,,(iku jawaban koyo “ bener ternyata salah ).

Tapi awak dewe kudu ngibadah karo seng gawe neraka lan surga.

Kudu iso bedakke :
Antara neraka lan siksa,surga lan nikmat.contoh yang lain lampu lan padang.lampu iku barang ,lan padang iku sikap,dadi kudu iso mbedakke.neng senajan kadang bebarengan.
Tujuane wong iku ora nggolek suwargo ,tapi semata mata nggolek ridhone allah .

Urip kui asline mung percaya lan manut.,,karo gusti allah.

والله اعلم با الصواب


Cinere,10 April 2018 05 : 44



Al faqir Ahmad Maymun